Negara Indonesia menempati urutan bawah dalam kualitas bidang pendidikan.
Berdasarkan beberapa sumber yang membahas pendidikan menyebutkan bahwa
Indonesia menduduki peringkat bawah dalam urutan sistem pendidikan.
Dalam hal ini tenaga pendidik tidak bisa disalahkan begitu saja tanpa
memperhatikan aspek aspek lainnya seperti infrastruktur yang kurang memadai
untuk menopang pendidikan serta sistem kurikulum yang digunakan. Tenaga
pendidik sudah dibekali dengan kemampuan kemampuan untuk menopang proses
pembelajaran dan pemerintah sendiri memiliki standarisasi supaya tenaga
pendidik ini dikatakan mampu untuk melakukan proses belajar mengajar.
Infrastruktur sangat mempengaruhi dalam proses belajar mengajar karena
dapat mempengaruhi suasana pembelajaran, sebagai contoh jika infrastruktur
sekolah itu bagus atau memadai maka para siswa dan tenaga pendidik pun akan
merasa senang dan semangat dalam proses belajar mengajar. Faktanya di Indonesia
sendiri masih terjadi ketimpangan dalam bidang infrastruktur sekolah, seperti
gedung sekolah yang berada di Ibu Kota DKI Jakarta berbeda dengan gedung
sekolah yang berada di daerah Indonesia Timur sana
Kurikulum yang digunakan di indonesia juga berbeda beda dan terus mengalami perubahan dimulai dari kurikulum ktsp 2006 lalu kurikulum 2013 dan 2013 revisi. Perubahan kurikulum ini sebenarnya dapat memberikan dampak negatif dan dampak positif. Dampak negatif dari perubahan kurikulum ini dirasakan oleh tenaga pendidik karena tenaga pendidik harus menyesuaikan kembali dengan proses belajar mengajar. Lalu dampak positif dari perubahan kurikulum ini adalah murid menjadi lebih aktif dalam proses belajar mengajar
Pendidikan di indonesia berbeda dengan pendidikan diluar negeri sana. Di
Negara lain, sistem pembelajaran berbeda dengan Indonesia. Salah satu contohnya adalah Australia.
Negara Australia mewajibkan belajar selama 10 tahun jadi kelas 2 dan 3 SMA
disebut Senior Seccondary. Berbeda
dengan di Indonesia yang mewajibkan belajar selama 12 tahun. Di Australia
sendiri memiliki kualifikasi sendiri agar dapat meneruskan ke jenjang berikutnya.
Tahun ajaran nya pun berbeda dengan Indonesia biasanya tahun ajaran baru di
Indonesia dilaksanakan pada bulan Juli. Berbeda dengan Australia, disana tahun
ajaran baru dilakukan di bulan Januari
Ujian masuk
perguruan tinggi nya pun berbeda antara Indonesia dengan Australia. Di Indonesia
sendiri terdapat Lembaga yang menyelenggarakan ujian masuk perguruan tinggi
negeri bernama Lembaga Tinggi Masuk Perguruan Tinggi atau biasa dikenal dengan
akronim LTMPT. LTMPT sendiri menyelenggarakan ujian masuk perguruan tinggi diwaktu
yang berbarengan, biasanya tiap universitas membuka jalur mandiri tanpa ada
campur tangan LTMPT.
Di Australia
sendiri tidak terdapat Lembaga yang menyelenggarakan tes masuk perguruan
tinggi, namun disana memiliki sistem yang lebih simpel dibandingkan di Indonesia.
Disana ujian nasional di SMA dijadikan nilai untuk masuk perguruan tinggi. Tetapi
tiap universitas memiliki standarnya masing masing. Misalnya untuk masuk
fakultas kedokteran di salah satu universitas di Australia harus memiliki nilai
mata pelajaran Biologi 90 dan nilai mata pelajaran lainnya 84. Maka harus
disesuaikan dengan nilai yang kita miliki.
https://www.balipost.com/news/2020/12/21/164544/Apa-yang-Salah-denganPendidikan-di...html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar